header

Rabu, 03 Juni 2015

Menyambangi Masjid Berbentuk Stasiun Pompa Air di Jerman


Menguak cerita tentang keindahan arsitektur masjid memang sangat menarik. Apalagi, jika masjid itu memiliki sejarah yang luar biasa. Bisa jadi akan banyak pengunjung berbondong-bondong menyambanginya.

Salah satunya seperti di Dampfmaschinenhaus, Potsdam, Jerman. Masjid itu tampak seperti masjid Turki, tetapi sebenarnya masjid itu adalah stasiun pompa air yang menyamar.

Dilansir Amusing Planet bangunan itu didirikan untuk mengakomodasi mesin tenaga uap kekuatan 81,4 HP atau tenaga kuda pada abad ke-19. Teknik mesin yang digunakan untuk memompa air berasal dari Sungai Havel ke Air Mancur di Sanssouci Park.

Air mancur di Sanssouci Park awalnya dirancang oleh Prusia Raja Frederick Agung pada tahun 1750. Frederick berinvestasi dalam sistem air mancur Sanssouci Park,untuk perkebunan baroque.

Air dari sungai Havel dipompakan ke Ruinenberg Hill untuk mengairi kolam dan Air Mancur di depan istana Sanssouci, dan juga untuk menyiram semua pepohonan di taman istana. Ketinggian air mancur bisa mencapai 38 meter.

Meskipun Frederick menghabiskan banyak uang membuat air mancur, rencana itu tak pernah ia lepas meski kurangnya keahlian dan pengetahuan teknis dari pembangun. Setelah upaya tak kunjung selesai dan telah menghabiskan banyak uang, proyek ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1780.

Bangunan seperti Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1841 dan dibuat oleh arsitek bernama Persius atas permintaan Frederick William IV yang terinspirasi dari bangunan Masjid di Cordoba.

Saat dibangun, bangunan ini merupakan satu satu gedung tertinggi di Potsdam dan bisa dilihat dari Sanssouci Palace yang berjarak sekitar 1 - 2 kilometer. Saat itu mesin pompa air digerakkan oleh tenaga uap dan berkekuatan sekitar 80 HP dan pekerjaan konstruksi dikerjakan oleh August Borsig.

Pada tahun 1895, mesin uap digantikan oleh yang baru dengan mesin yang lebih kuat dengan 160 HP. Sejak 1937, pompa dijalankan oleh dua pompa sentrifugal yang digerakkan oleh tenaga listrik. Pada September 1985, rumah mesin uap diubah menjadi museum dan monumen teknis untuk dibuka secara umum. Di dalam gedung banyak pameran permanen yang memberikan informasi tentang sejarah bangunan dan mesin.


Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/633052-menyambangi-masjid-berbentuk-stasiun-pompa-air-di-jerman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar